LuPpH so MucH

Religious Myspace Comments
                                                 My DaY

Tak Tik Tok

Lalalalalalalala

Lalalalalalalala
Adventure

Bismillahirrohmanirrohiim.....

Ingin ku raih ridho-Nya..

Apapun yang ku lakukan aku ingin selalu ada ridho_Nya..

Blog ini Hanya karena-Nya..

Dan semoga bermanfaat untuk makhluk ciptaan-Nya.Amiin!!


myspace icons

Minggu, 29 November 2009

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Di Kelas Rendah




 BAB I
KONSEP BAHASA DAN BELAJAR BAHASA

A. Pemerolehan Bahasa Anak
a. Anak sebelum sekolah sudah bisa berbahasa Indonesia dan cepat mampu menggunakannya.
  Hal ini , disebabkan oleh ;
1) langsung menggunakan bahasa,
2) sambil bermain /tidak sengaja,
3) sesuai dengan konteks anak.
b. Anak SD agar cepat dalam belajar berbahasa atau memiliki kemampuan berbahasa maka harus:
1) mengadakan komunikasi ;
2) Sambil bermain- main ,
3) materinya sesuai dengan konteks anak.
B. Konsep Belajar Bahasa.
a. Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi baik lisan atau tulisan.
b. Belajar sastra adalah belajar memahami manusia dan nilai- nilai kemanusian.
c. Ciri bahasa , diantaranya;
1) Ujaran manusia,
2) Hasil kesepakatan,dan
3) Ada bunyi ada makna.
C. Kesulitan Anak Belajar Bahasa
  Kesulitan anak dalam belajar bahasa dapat terjadi karena adanya hambatan pada faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahsa anak dan hambatan pada strategi pemerolehan bahasa. Untuk lebih jelasnya dapat disimak pada bahasan selanjutnya.


BAB II
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK

A. Pengertian Perolehan Bahasa Anak.
  Perolehan bahasa anak ialah proses pemilikan kemampuan berbahasa, baik berupa pemahaman ataupun pengungkapan secara alami tanpa melihat kegiatan pembelajaran formal.
Dengan kata lain, kegiatan pemerolehan bahasa ditandai oleh :
1. Berlangsung dalam situasi informal,tanpa beban dan di luar sekolah,
2. Pemilikan bahasa tidak melalui pembelajaran formal di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah atau kursus,
3. Dilakukan tanpa sadar, dan
4. Dialami langsung oleh anak dan terjadi dalam konteks berbahasa yang bermakna.
Bahasa Indonesia dalam Pemerolehan Bahasa Anak
a. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama
Bahasa Indonesia disebut bahasa pertama karena bahasa indonesialah yang pertama dikenal dan dikuasai anak sebagai sarana komunikasi verbalnya sejak dia bayi.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang pertama dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
1) Perkawinan antarpenutur bahasa yang berbeda. Masing-masing pihak tidak saling memahami bahasa daerah pasangannya.
2) Perkawinan antarpenutur bahasa daerah yang sama dengan situasi berikut ini :
 Lingkungan social sekitar keluarga menggunakan bahasa Indonesia sebagai media komunikasinya.
 Lingkungan masyarakat sekitar menggunakan bahasa daerah yang tidak dikuasai oleh keluarga itu (mungkin keluarga pendatang).
 Lingkungan menggunakan bahasa daerah yang sama dengan bahasa keluarga itu. Tetapi, karena pertimbangan praktis tertentu maka bahasa yang digunakan dalam keluarga itu bahasa Indonesia.
3) Perkawinan antarpenutur yang hanya menguasai bahasa Indonesia.

b. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua
Pada dasarnya pemerolehan bahasa kedua.Pada dasarnya pemerolehan bahasa kedua
dapat terjadi dalam dua cara ; yaitu secara serempak dan berurut.
 Perolehan serempak dua bahasa [simultaneous bilingual acquisition] terjadi pada anak yang dibesarkan dalam masyarakat bilingual atau dalam masyarakat multilingual. Anak mengenal , mempelajari dan menguasai kedua bahasa secara bersamaan. Pemerolehan berurut dua bahasa [successive bilingual acquisition] terjadi bila anak menguasai dua bahasa dalam rentang waktu yang relative berjauhan Perolehan bahasa kedua sama dengan belajar bahasa.
B. Tahap- tahap Perkembangan Bahasa Anak.
a.Tahap Pralinguistik. (0-12 bulan)
  Bunyi –bunyi bahasa yang dihasilkan anak belumlah bermakna.
b. Tahap satu kata (12- 18 bulan)
  Anak menggunakan satu kata yang memiliki arti yang mewakili keseluruhan
  idenya . Satu kata mewakili satu atau bahkan lebih frase atau kalimat (tahap
  Holofrase)
  Contoh:
  versi satu kata
o Mimi (menunjuk cangkir)
o Akut (menunjuk laba- laba)
versi lengkap
o minta (mau) minum
o saya takut laba-laba.

Kata-kata yang paling sering diucapkan ialah kata-kata yang telah diakrabi dan dikuasainya.Kata-kata yang paling sering muncul yang bersifat kesehariannya dan terdapat disekitarnya,menurut Nelson(Owens,1984)
c. Tahap dua kata (18-24 bulan)
Kosakata dan gramatika anak berkembang dengan cepat.Anak menggunakan dua kata dalam berbicara.Tuturannya mulai bersifat telegrafik.Artinya apa yang dikatakan anak hanyalah kata yang penting saja.




Contoh:
Versi dua kata
o Mamah,makan !
o Ajar,bobo
o Bapa,ana?

Versi lengkap
o Mamah,saya mau makan
o Fajar,mau tidur !
o Bapak,mau pergi kemana?

  d. Tahap banyak kata (3-5 tahun)
  Anak telah mampu bertutur dengan menggunakan tiga kata atau lebih dengan penguasaan gramatika yang lebih baik.
  Pada tahap-tahap perkembangan bahasa anak.Berkembang pula penguasaan mereka atas sistem bahasa yang di pelajarinya,sistem bahasa itu terdiri dari subsistem berikut:
• Fonologi,yaitu pengetahuan tentang pelafalan dan penggabungan bunyi-bunyitersebut sebagai sesuatu yang bermakna.
• Gramatika(tata bahasa),yaitu pengetahuan tentang aturan pembentukan unsure tuturan.
• Semantik leksikal (kosakata), yaitu pengetahuan tentang penggunaan bahasa dalam berbagai cara untuk berbagai keperluan.

C. Strategi Pemerolehan Bahasa Anak
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa Anak
  a. Faktor Biologis
 Perangkat biologis yang menentukan anak dapat memperoleh kemampuan bahasanya ada tiga, yaitu otak (sistem syaraf pusat), alat dengar dan alat ucap. Proses berbahasa dikendalikan oleh sistem syaraf pusat, pada belahan otak sebelah kiri terdapat wilayah Broca yang mempengaruhi dan mengontrol produksi bahasa ( berbicara dan menulis ), pada belahan otak sebelah kanan terdapat wilayah Wernicke yang mempengaruhi dan mengendalikan pemahaman bahasa (menyimak dan membaca). Di antara kedua bagian otak terdapat wilayah motor suplementer (untuk mengendalikan unsur fisik penghasil ujaran).




Alur penerimaan dan penghasilan bahasa yaitu :
Wernicke Broca Alat Ucap, dapat diartikan
Bahasa didengarkan dan dipahami Mempersiapkan penghasilan balasan dari isyarat bahasa Menghasilkan bahasa secara fisik.
  b. Faktor Lingkungan Sosial
  Untuk memperoleh kemampuan berbahasa, anak memerlukan orang lain untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Bahasa yang diperoleh anak tidak diwariskan secara genetis, tetapi didapat dalam lingkungan yang menggunakan bahasa. Anak memerlukan contoh atau model berbahasa, respon atau tanggapan serta teman untuk berlatih dan beruji coba dalam belajar bahasa dalam konteks yang sesungguhnya.
  Lingkungan sosial tempat anak tinggal dan tumbuh seperti keluarga dan masyarakat merupakan salah satu factor utama yang menentukan pemerolehan bahasa anak.
Dukungan lingkungan social dalam bahasa anak :
1) Bahasa Semang (Motheresse) ialah penyederhanaan bahasa oleh orang tua atauorangdewasa ketika berbicara dengan bayi atau anak kecil .
  Misalkan : “ Napa chayang ? Mau mimi, iya? Bentar ya!”
2) Parafrase ialah pengungkapan kembali ujaran yang diucapkan anak dengan cara yang berbeda.
3) Menegaskan kembali (echoing) ialah mengulang apa yang dikatakan anak, terutama bila tuturannya tidak lengkap atau tidak sesuai dengan maksud.
4) Memperluas (expanding) yaitu mengungkapkan kembali apa yang dikatakan anak dalam bentuk kebahasaan yang lebih kompleks.
5) Menamai (labeling) yaitu mengidentifikasikan nama-nama benda.
6) Penguatan ( reinforcement) yaitu menanggapi atau member respon positif atas perilaku anak dalam berbahasa.
7) Pemodelan ( modeling) yaitu contoh berbahasa yabg dilakukan orang tua atau orang dewasa.






  Antara faktor biologis dan lingkungan memiliki hubungan yang saling terkait, piranti biologis adalah wadah atau alat, maka lingkungan sosial berperan ocial isi atau muatannya.
 

 
1.1 Hubungan faktor biologis dan faktor lingkungan social

c. Faktor Intelegensi
 Intelegensi adalah daya atau kemampuan anak dalam berpikir atau bernalar. Zanden (1980) mendefinisikannya sebagai kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah.
Anak yang intelegensinya tinggi, tingkat pencapaian bahasanya cenderung lebih cepat, lebih banyak dan lebih bervariasi khasanah bahasanya daripada anak-anak yang bernalar sedang atau rendah.
 d. Faktor Motivasi
  Benson (1988) menyatakan bahwa kekuatan motiyasi dapat menjelaskan “mengapa seorang anak yang normal sukses mempelajari bahasa ibunya sumber motivasi yaitu dari dalam dan dari luar anak.”

2. Strategi Pemerolehan Bahasa Anak.
a. Strategi pemerolehan bahasa pertama.
1) Imitasi (peniruan),
2) Berkesinambungan,
3) Berlangsung secara langsung,
4) Sambil bermain dan,
5) Berlangsung timbal balik (resiprokal).


b. Strategi pemerolehan bahasa kedua.
1) Perencanaan.
2) Aktif (berbicara , menulis ,menyimak ,membaca)
• Reseptif
• Produktif
3) Eksperimental (mencoba menggunakan bahasa )
4) Operasional (dilakukan dalam perilaku)
5) Evaluasi (benar dan salah monitor penggunaan bahasa)
6) Internalisasi (dilaksanakan terus menerus)
c. Strategi Pemerolehan Bahasa Lisan.
1) Mengingat.
2) Meniru.
3) Mengalami langsung.
4) Bermain.
5) Penyederhanaan


















BAB III
HAKIKAT KOMUNIKASI LISAN DAN TULISAN
A. Hakikat Komunikasi
 Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin “Communicatio” yang berasal dari bahasa latin artinya adalah sama makna mengenai sesuatu hal. Komunikasi akan berlangsung apabila orang-orang yang terlibat didalamnya memiliki kesamaan persepsi atau makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan .
Komunikasi adalah penyampaian dan peneriman pesan atau informasi di antara dua orang atau lebih dengan menggunakan symbol verbal (bahasa) dan nonverbal.
B. Karakteristik Komunikasi Lisan dan Tertulis
1. Unik
a. Setiap orang memiliki kebiasaan dan kebutuhan yang relative berbeda ketika berkomunikasi.
b. Suatu peristiwa atau pengalaman komunikasi yang pernah terjadi tak akan terulang lagi dengan cara yang sama persis.
2. Proses Dinamis
Proses komunikasi merupakan suatu aktivitas yang selalu berubah, terus menerus tak pernah benar-benar tuntas, dan tidak selalu jelas awal-akhirnya. Peristiwa yang dialami sebelumnya sekalipun yang tidak disadari, mempengaruhi komunikasi yang terjadi saat itu dan peristiwa komunikasi saat ini akan mempengaruhi peristiwa dan situasi saat mendatang. Proses itu dinamis karena semua faktor yang terlibat dalam komunikasi, orang, latar, peristiwa, perilaku, media, secara terus-menerus berinteraksi.
3. Terikat Konteks
Konteks di sini adalah segala sesuatu yang melengkapi peristiwa komunikasi (situasi komunikasi, tradisi atau adat istiadat dan budaya masyarakat)
Pahamilah suatu komunikasi itu berdasarkan situasinya agar dapat tercapai keberhasilan komunikasi.



4. Simbolik
Simbol atau lambang merupakan sesuatu yang digunakan dan dianggap mewakili sesuatu hal yang disepakati para pemakainya. Dengan symbol, manusia dapat berkomunikasi untuk mengungkapkan berbagai hal secara tak terbatas. Komunikasi sebagai proses penciptaan dan penyepakatan makna yang terkandung dalam simbol-simbol yang digunakan para pemakainya.
Kita harus mampu memilih dan memadukan symbol-simbol yamg sesuai sehingga maksud komunikasi dapat tercapai.
5. Suatu Transaksi
Dalam komunikasi terjadi proses kegiatan menyampaikan dan menerima pesan.
Keberhasilan suatu komunikasi ditentukan kemampuan komunikator menyesuaikan diri dengan mitra komunikasinya dan peran yang dimainkan, tujuan, situasi dan konteks.
C. Fungsi Komunikasi
1. Fungsi personal yaitu tindak komunikasi untuk mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya.
2. Fungsi instrumental (direktif) yaitu kegiatan komunikasi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
3. Fungsi interaksional yaitu perilaku komunikasi untuk menjalin kontak dan hubungan sosial.
4. Fungsi informative yaitu aktivitas komunikasi untuk menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, dan budaya.
5. Fungsi heuristic yaitu tindak komunikasi yang dimaksudkan untuk belajar atau memperoleh informasi.
6. Fungsi imajinatif yaitu kegiatan komunikasi yang bertujuan memenuhi rasa estetis.
D. Proses Komunikasi
1. Penyandian atau Pengkodean
Penyandian adalah suatu aktivitas mental yang dilakukan komunikator atau penyampai pesan untuk memilih dan menyusun lambang yang sesuai untuk memuat pesan yang akan dikomunikasikan.
2. Pengiriman Kode (Transmitting)
Pengiriman kode yaitu penyampaian pesan melalui lambang verbal atau nonverbal sebagai saluran atau sarana komunikasi.
3. Penerimaan dan Pemahaman Kode (Decoding)
Penerimaan kode yaitu suatu proses kegiatan mental yang dilakukan oleh penerima pesan dalam memahami pesan yang disampaikan oleh penyampai pesan.



  Gangguan Gangguan

1.2 Bagan gangguan proses komunikasi

E. Meningkatkan Proses Komunikasi
1. Unsur paralinguistik,memiliki arti sesuatu yang menyertai tuturan untuk menandakan sikap atau emosi perilaku komunikasi (ritme, tekanan, jeda dan intonasi).
2. Unsur nonlinguistik,unsur ini adalah unsur pendukung. Yang termasuk unsur ini adalah gerak isyarat, ekspresi, gerak mata, badan, kepala dan jarak fisik seseorang dalam berkomunikasi.
3. Unsur metalinguistik, unsure ini berkaitan dengan rasa bahasa yang memungkinkan pelaku komunikasi memutuskan kepantasan dan keberterimaan suatu tindak komunikasi.
F. Unsur Komunikasi
1. Komunikator dan Komunikan
Komunikator adalah orang atau pihak yang melakukan pesan baik melalui aktivitas verbal (bahasa) atau nonverbal (selain bahasa).

2. Pesan
Pesan ialah informasi, isi atau mutan dari yang dikomunikasikan.
3. Konteks
Suatu komunikasi tidak akan terlepas dari tempat, waktu dan situasi yang menyertainya, hal tersebut merupakan konteks.
4. Balikan (Feedback)
Balikan ialah respon atau tanggapan yang muncul dari penerima dan penyampai pesan.
5. Gangguan atau interfensi
Gangguan atau interfensi ialah segala sesuatu yang mengganggu atau menghambat ketersampaian pesan dari komunikator ke komunikan.
G. Jenis dan Klasifikasi Komunikasi
1. Berdasarkan Situasinya :
a. Komunikasi formal yaitu suatu komunikasi yang terjadi dalam situasi yang resmi.
b. Komunikasi informal yaitu suatu peristiwa komunikasi dalam situasi tidak resmi.
c. Komunikasi semiformal yaitu suatu peristiwa komunikasi dalam situasi antara resmi dan tidak resmi (campuran).
2. Berdasarkan Simbol atau Lambang
a. Komunikasi verbal yaitu komunikasi yang dilakukan melalui penggunaan bahasa.
b. Komunikasi nonverbal yaitu komunikasi dengan menggunakan lambang selain bahasa.
3. Berdasarkan Ada dan Tidaknya Media
a. Komunikasi tak bermedia yaitu suatu peristiwa komunikasi yang tidak menggunakan media apapun sebagai sasarannya.
b. Komunikasi bermedia, yaitu tindak komunikasi menggunakan media tertentu sebagai sarananya.
4. Berdasarkan Sasarannya
a. Komunikasi Intrapersonal, yaitu komunikasi internal yang terjadi dengan dirinya sendiri.
b. Komunikasi Antarpersonal, yaitu komunikasi yang terjadi antarperseorangan.
c. Wawancara yaitu serangkaian Tanya jawab atau dialog yang biasanya melibatkan dua orang dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai sesuatu hal.
d. Komunikasi dalam kelompok kecil yaitu peristiwa komunikasi yang terjadi diantara beberapa orang dengan maksud untuk saling bertukar informasi,diskusi atau memecahkan masalah.
e. Komunikasi massa atau publik yaitu suatu kegiatan komunikasi di mana komunikator menyampaikan pesan kepada sejumlah orang atau pihak.










 




1.3 Keterangan Bagan Komunikasi Massa atau Publik dari Hybels dan Weaven (1992 : 1418):
  Pesan utama yang disampaikan komunikator baik verbal maupun nonverbal.
  Pesan tanggapan atau balikan diterima komunikator dari komunikan.
  Pesan tanggapan atau balikan antarpendengar.
H. Hakikat Komunikasi Lisan dan Tertulis
 1. Komunikasi Nonverbal
 Komunikasi nonverbal ialah penyampaian dan penerimaan pesan di antara dua orang atau lebih yang dilakukan melalui symbol nonverbal (lambang komunikasi selain bahasa).
a. Unsur-unsur komunikasi nonverbal
1) Paralinguistik yaitu suara, bunyi atau jeda yang menyertai tuturan seseorang untuk menendakan emosi atau perasaan serta sikap pelaku komunikasi.
2) Kinesik yaitu gerak atau perubahan unsure-unsur tubuh yang menyertai suatu tuturan.
3) Tipe muka, seperti tinggi atau pendek, gemuk, gendut, kurus, gondrong, atau cepak.
4) Keaktifan, seperti lincah, gesit, tenang atau lambat.
5) Sentuhan, seperti bergandengan tangan.
6) Ruang dan jarak, seperti sempit dan luas, sekolah, rumah, rumah sakit, dan pasar.
7) Waktu, seperti pagi, siang, petang, malam, santai dsb.


b. Fungsi komunikasi nonverbal
1) Memperjelas, melengkapi, atau menambah makna pesan komunikasi verbal.
2) Mengatur komunikasi verbal.
3) Pesan suara nonverbal dapat menggantikan pesan verbal.
4) Memberikan penguatan atau penekanan terhadap sesuatu yang disampaikan secara verbal.
5) Mengekspresikan perasaan dan sikap.
2. Komunikasi Verbal
  Komunikasi verbal ialah kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa.
a. Karakteristik bahasa
1) Bersifat sistemik, terdiri atas seperangkat aturan. Bahasa memiliki komponen utama :
a) Bentuk (Fonologi, gramatika, dan leksikal)
b) Isi (sistemik)
c) Penggunaan (Pragmatik)
2) Bersifat simbolik, terdiri atas lambang yang memiliki konsep dan arti tertentu.
3) Bersifat Arbitrer atau mana suka, umumnya bunyi bahasa disusun dengan cara tertentu hanya bersifat kebetulan.
4) Bersifat konvensional, penetapan lambang-lambangatau aturan bahasa yang mengacu pada makna atau konsep tertentu atas dasar kesepakatan pemakainya.
5) Sarana ekspresi diri dan interaksi sosial.
6) Identitas suatu kelompok masyarakat.
3. Ragam Komunikasi Verbal
a. Komunikasi lisan
  Komunikasi lisan adalah suatu kegiatan komunikasi yang menggunakan suara sebagai sarananya (berbicara dan menyimak).
1) Menurut Koch (1992:78) proses berbicara melibatkan unsur :
a) Pembicara sebagai penyampai pesan.
b) Pesan atau isi pembicaraan.
c) Saluran atau alat penyampai pesan.
d) Sasaran pembicaraan atau penyimak.
e) Tanggapan sasaran atau penyimak.

2) Situasi Berbicara :
a) Pembicara ingin menyampaikan isi, informasi atau perasaan.
b) Pembicara menyandikan isi pembicaraan (pesan) melalui lambang verbal dan nonverbal.
c) Pesan dikirimkan melalui saluran kepada penyimak.
d) Penyimak menerima dan memahami pesan.
e) Penyimak menanggapi pesan.
3) Tahap-tahap proses menyimak :
a) Penyimak menerima rangsangan lisan yang disampaikan oleh pembicara.
b) Penyimak memusatkan perhatian untuk memilih hal-hal yang penting.
c) Penyimak menentukan dan memahami makna yang disampaikan pembicara.
b. Komunikasi tertulis
  Komunikasi tertulis adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan sarana tulisan (membaca dan menulis).
1) Tahap proses menulis :
a) Prapenulisan
b) Menulis
c) Pascapenulisan
2) Proses membaca merupakan kegiatan pemaknaan yang terus menerus berdasarkan apa yang tersaji dalam teks karangan serta pengetahuan yang dimiliki pembacanya.






BAB IV
PENDEKATAN PENGAJARAN ATAU PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
A. Pengertian Pendekatan, Metoda dan Teknik Pengajaran Bahasa
1. Pendekatan adalah seperangkat asumsi yang bersifat aksiomatik mengenai hakikat bahasa, pengajaran bahasa dan belajar bahasa.
2. Metoda adalah seperangkat rencana keseluruhan yang bersifat prosedural dalam pengajaran bahasa secara ajeg, rapi, tertib, tidak ada bagian yang kontradiktif dan semua itu berdasarkan pendekatan terpilih.
3. Teknik adalah suatu muslihat atau cara, tipu daya, dalam menyajikan bahan dan sifatnya implementasi.
B. Jenis Pendekatan, Metoda dan Teknik Pengajaran Bahasa
a. Pendekatan pada pengajaran Bahasa Indonesia :
1) Pendekatan tujuan
2) Pendekatan komunikatif
3) Pendekatan CBSA
4) Pendekatan keterampilan proses
5) Pendekatan spiral
6) Pendekatan lintas materi
7) Pendekatan whole language
b. Jenis-jenis metoda menurut William Francis Macky :
1) Metoda langsung
2) Metoda alami
3) Metoda psikologikal
4) Metoda fonetik
5) Metoda membaca
6) Metoda tatabahasa
7) Metoda terjemahan tatabahasa
8) Metoda ekletik
9) Metoda unit
10) Metoda terjemahan
11) Metoda kontrol bahasa
12) Metoda mimikri-memorasi
13) Metoda teori-praktek
14) Metoda kognate
15) Metoda dwibahasa
c. Metoda menurut GBPP kurikulum 1984 :
1) Metoda penugasan
2) Metoda eksperimen
3) Metoda proyek
4) Metoda diskusi
5) Metoda widyawisata
6) Metoda bermain peran
7) Metoda demonstrasi
8) Metoda sosiodrama
9) Metoda pemecahan masalah
10) Metoda Tanya jawab
11) Metoda latihan
12) Metoda ceramah
13) Metoda bercerita
14) Metoda pameran
d. Teknik Pengajaran Bahasa
1) Teknik penugasan
2) Teknik diskusi
3) Teknik dramatisasi
4) Teknik Tanya jawab
5) Teknik latihan
6) Teknik bercerita
7) Teknik bermain peran
8) Teknik karyawisata
9) Teknik bisik berantai
10) Teknik bertanya
11) Teknik wawancara
12) Teknik ceramah
C. Hubungan Pendekatan, Metoda dan Teknik Pengajaran Bahasa
  Pendekatan merupakan landasan dalam merancang dan menilai serta melaksanakan proses belajar mengajar, sedangkan metoda merupakan rancangan procedural untuk merealisasikan pendekatan dan teknik merupakan pelaksanaan dari pendekatan dan metoda yang dilaksanakan atau dijabarkan berdasar metoda, harus serasi dan sejalan dengan pendekatan.




















BAB V
MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN
A. Pendahuluan
  Membaca dan menulis dasar utama untuk belajar selanjutnya atau memperoleh pengetahuan dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan daya nalar (berpikir), pertumbuhan sosial dan emosional.
B. Tujuan Membaca dan Menulis
1. Tujuan membaca dan menulis untuk mengembangkan keterampilan atau kemampuan membaca dan menulis
2. Melatih mengenal huruf (membaca dan menulis huruf)
3. Melatih keterampilan mengubah tulisan menjadi suara
4. Melatih membaca dan menulis sesuai teknik
5. Melatih memahami bahasa (kata atau kalimat) yang dibaca dan ditulis
6. Melatih mengungkapkan ide sederhana baik lisan maupun tulisan
7. Memupuk dan mengembangkan untuk menikmati cerita
C. Ruang Lingkup
1. Pembelajaran membaca dan menulis di kelas satu (1) menggunakan huruf kecil.
2. Pembelajaran membaca dan menulis di kelas dua (2) menggunakan huruf besar dan tanda baca.
D. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Kesiapan anak belajar
2. Tingkat perkembangan
3. Alat peraga
4. Aktivitas anak
5. Sikap membaca dan menulis
6. Penerangan
7. Memilih metoda membaca dan menulis yang cocok, Jenis-jenis metoda membaca dan menulis :
a. Metoda Abjad atau Alfabet
 n – i n i
 n – a n a


b. Metoda Bunyi (Klank Method)
 b – u, cara bacanya eb - u bu
c. Metoda Suku Kata
 Diawali dengan mengenal suku kata, lalu digabung menjadi kata baru.
 i – ni
 i – na
d. Metoda Kata Lembaga
 Diawali dengan mengenal kata, lalu dipecah menjadi suku kata.
  n i n a
 n i – n a
e. Metoda Global
 Diawali dengan adanya gambar, lalu kata, setelah itu bambar dapat dihapus.
  b o l a
  b o l a
f. Metoda SAS (Stuctural Analysis Syntesis)
 Diawali dengan adanya sebuah cerita singkat, contoh :
Kemarin ibu Nani pergi belanja.
Ia membelikan Budi sebuah tas sekolah
Ibu Nani sangat menyayangi Budi.
 Kemudian ada gambar dan kalimat singkat
 
  I b u n a n i


 Lalu gambar dihilangkan dan kalimat singkat tersebut dianalisa.
ibu nani
ibu nani
i – bu na – ni
i – b – u n – a – n – i
i – bu na – ni
  ibu nani
ibu nani
E. Langkah-Langkah Pengajaran Membaca
1. Di Kelas Satu (I)
a. Telaah kurikulum (syllabus dan program semester)
b. Penyusunan rencana pembelajaran (RPP)
c. Pelaksanaan pembelajaran
1) Membaca tanpa buku
a) Menunjukkan gambar
b) Menceriterakan gambar
c) Menceriterakan ulang
d) Memberi tulisan sesuai gambar
 Pengembangan :
a) Mengenal unsur kata dari kalimat,
 
bunga mawar
bunga ……… bunga

……….. mawar mawar



b) Mengenal suku kata dari kata,
c) Mengenal huruf dari suku kata,
d) Mengenal suku kata jadi kata,
e) Mengenal kata jadi kalimat.
2) Membaca dengan buku
a) Memperkenalkan buku (warna, isi, jilid, tulisan dan gambar)
b) Member petunjuk cara penggunaan (melihat halaman atau gambar)
c) Memeilhara buku
d) Menceriterakan isi
e) Membaca pola kalimat yang ada
 Pengembangan :
a) Membaca majalah anak-anak
b) Membaca kalimat guru
c) Membaca kalimat anak

2. Di Kelas Dua (II)
a. Melanjutkan pembelajaran di kelas satu (I).
b. Membaca dengan lafal tepat, dengan intonasi yang wajar.

F. Langkah-Langkah Pengajaran Menulis
1. Di Kelas Satu (I)
 Sesuai dengan pembelajaran membaca :
a. Pengenalan huruf dari suku kata atau kata atau kalimat
b. Latihan
1) Latihan memegang pensil
2) Latihan gerakan tangan
a) Garis lurus :

b) Garis lengkung :

c) Garis lingkaran/bundar :

d) Setengah lingkaran :

e) Garis sambung :

f) Garis sambung lanjutan :


c. Mengeblat (menjiplak)
1) Dengan karton
2) Dengan kertas tipis
3) Menebalkan tulisan
4) Menghubungkan titik-titik
d. Menatap
e. Menyalin
f. Menulis huruf indah
g. Dikte (imlak)
h. Melengkapi : huruf, suku kata, dan kata
i. Menulis nama
j. Mengarang sederhana
2. Di Kelas Dua (II)
 a. Pengenalan huruf baru atau mengulang
 b. Menyalin atau menjiplak (dengan huruf besar dan tanda baca)
 c. Menyalin tulisan lepas ke tulisan sambung
 d. Menyalin huruf kecil ke huruf besar




 e. Menyalin dengan melengkapi (tanda baca, huruf besar atau kata)
 f. Menulis halus atau indah
 g. Dikte atau imlak
 h. Menulis nama
 i. Mengarang sederhana

G. Penilaian Membaca dan Menulis
1. Tujuan dan Fungsi
a. Umpan balik
b. Info keberhasilan belajar
c. Menentukan nilai
2. Ruang Lingkup Penilaian
a. Proses belajar dan hasil belajar
3. Pengajaran Membaca
a. Pengajaran membaca :
1) Membaca kata dan kalimat
2) Membaca dan menyalin
3) Membaca dengan lafal yang tepat
4) Membaca dengan intonasi yang tepat
5) Membaca paragrap atau alinea
b. Pengajaran menulis :
 Pada dasarnya sama dengan pengajaran membaca, pengajaran menulis meliputi menulis huruf, kata, suku kata, dan kalimat serta mengarang sederhana. Pelaksanaannya meliputi hasil latihan dengan diberi nilai baik, cukup dan kurang, lalu diberi catatan dan diberi contoh perbaikan, lalu dengan cara dikte yang pemeriksaannya oleh siswa atau guru.Jenis penilaiannya formatif dan sumatif melalui menyalin, melengkapi, dikte, menulis nama, dan mengarang sederhana.


BAB VI
KURIKULUM BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR

A. Pengantar
1. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2006 yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
2. Kurikulum 2006 pendidikan Bahasa Indonesia meliputi aspek Menyimak, Berbicara, Membaca dan Menulis.
B. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) di Kelas Satu
1. Standar Kompetensi
a) (Menyimak) memahami wacana lisan tentang deskripsi benda-benda di sekitar dan dongeng.
b) (Menulis) menulis permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin.
c) (Berbicara) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan sederhana, dan dongeng.
d) (Membaca) memahami teks pendek dengan membaca lancer dan membaca puisi anak.
2. Kompetensi Dasar
a) Mengulang deskripsi benda-benda sekitar.
b) Menyebutkan isi dongeng.
c) Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti.
d) Melakukan percakapan sederhana dengan menggunakan kalimat dan kosakata yang sudah dikuasai.
e) Menyampaikan rasa suka atau tidak suka tentang suatu hal atau kegiatan dengan alasan sederhana.
f) Membaca lancer beberapa kalimat sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan intonasi yang tepat.
g) Membaca puisi anak yang terdiri dari 2-4 baris dengan lafal dan intonasi yang tepat.
h) Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan huruf tegak bersambung.
i) Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung.
C. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) di Kelas Dua
1. Standar Kompetensi
a) (Menyimak) memahami teks pendek dan puisi anak yang dilisankan.
b) (Berbicara) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan melalui kegiatan bertanya, bercerita, dan deklamasi.
c) (Membaca) memahami teks pendek dengan membaca lancarbdan membaca puisi anak.
d) (Menulis) menulis permulaan melalui kegiatan melengkapi cerita dan dikte.
2. Kompetensi Dasar
a) Menyebutkan kembali dengan kata0kata atau kalimat sendiri isi teks pendek.
b) Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa.
c) Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancar.
d) Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf capital dan tanda titik.



D. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Semester : Genap
Alokasi Waktu : 2 x 60 Menit
Hari/Tanggal : Selasa/12 Pebruari

1. Standar Kompetensi
(Menulis) menulis permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin.
2. Kompetensi Dasar
Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung.
3. Indikator
  Menyalin cerita pengalaman sederhana dengan huruf tegak bersambung
4. Tujuan Pembelajaran
 Melalui pembelajaran murid dapat menyalin cerita pengalaman sederhana dengan huruf tegak bersambung.
5. Materi Pokok Pembelajaran
  Kalimat sederhana dengan huruf tegak bersambung (terdiri atas 3-5 kata)
6. Langkah-langkah Pembelajaran
a) Dengan bimbingan guru, murid membiasakan diri duduk pada posisi yang benar, kemudian murid mengerjakan atau melaksanakan duduk dalam posisi yang benar (baik untuk keperluan membaca atau menulis), dilanjutkan dengan mengatur jarak pandang antara mata dan objek buku yang akan dibaca tepat (+ 30 cm) baik untuk keperluan membaca atau menulis.
b) Dengan bimbingan guru, murid berlatih menuliskan pikiran dan pengalamn dengan huruf sambung dengan rapi yang mudah dibaca orang lain.
c) Murid membacakan tulisan sendiri yang berisi pikiran dan pengalamannya.
d) Murid membacakan tulisan teman yang berisi pikiran dan pengalamannya, misalnya :
Setiap hari aku belajar berhitung, membaca, dan menulis. Setelah selesai belajar, bermain bola itu kegemaranku.
e) Murid membaca teks bacaan pendek denga lafal dan itonasi yang tepat dalam posisi duduk yang benar, dillanjutkan Tanya jawab.
f) Guru memberikan tugas untuk belajar di rumah.
7. Alat dan Sumber
  Gambar, benda asli atau model benda, buku paket, dan buku penunjang.
8. Penilaian
Jenis Tes : Tes lisan, tes tertulis, performance, proyek produk,dan portofolio.
Bentuk Tes : Pilihan ganda, isian singkat, dan uraian terbatas.
Contoh Tes : Lihat bank soal.
Mengetahui
Kepala Sekolah,



 NIP. ………………………….
Guru Kelas,




  NIP. ………………………….
























 











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar